Danapabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah: 11). Keempat, Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Dalam surat Az-zumar ayat 9 Allah berfirman :
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.". ( Q.S 25 : 73 ) " Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS Fathir [35]: 28) Dari Abu Darda' r.a. berkata: "saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda, ' Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya kesurga.
Muhammadbin 'Ajlan dari Az Zuhri berkata, "Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan seorang mujtahid (ahli ibadah) sebanyak seratus derajat, dan setiap dua derajat (jaraknya seperti antara) lima ratus tahun yang ditempuh dengan menggunakan kuda yang larinya sangat cepat."
Baiklahpemirsa pengunjung blog terjemah kitab Durratun Nashihin yang saya muliakan, kali ini saya akan membahas tentang kedudukan orang yang berilmu, banyak sekali hadits yang berkenaan dengan keutamaan orang yang berilmu salah satunya adalah sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi" fadllul 'alim 'alal 'abid ka fadllii 'ala adnaakum" yang artinya: " keutamaan Orang alim atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan saya atas seseorang yang paling rendah diantara kamu"
Orangyang berilmu akan takut kepada Allah. Dengan demikian, ia akan merasakan bahwa semua gerak-geriknya akan selalu diawasi oleh Allah, sehingga dia terdorong untuk melakukan hal-hal yang akan mendatangkan rida-Nya, dan menjauhi segala perbuatan yang akan mengundang siksa-Nya.
Orangyang memiliki ilmu memiliki keutamaan akan tinggi drajatnya baik di mata masyarakat maupun di mata Allah SWT. Allah SWT telah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman!
Kedudukanorang yang berilmu, orang yang taat berbeda dengan mereka yang tidak berilmu (bodoh) dan berada dalam kemaksiatan. Ayat di atas menyiratkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk berbuat taat kepada Allah dengan berbagai bentuk ketaatann didasarkan pada ilmu tidak sama dengan mereka yang hanya menuruti hawa nafsunya.
D6d5. Orang yang berilmu mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Ilustrasi menimba ilmu agama — Pernahkah Anda mendengar bahwa orang yang berilmu atau ulama lebih utama dibandingkan ahli ibadah yang tak berilmu? Allah SWT dalam firman-Nya, mengangkat derajat orang-orang yang mempunyai ilmu. Hal ini sebagaimana penegasan surat Al Mujadilah ayat 11 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan..” Sementara itu, dalam Sunan Ad Darimi, diriwayatkan sejumlah hadits terkait dengan keutamaan orang-orang yang berilmu. Di antaranya adalah sebagai berikut Pertama, keutamaan orang berilmu seperti keutamaan Rasulullah SAW dalam konteks transfer ilmu. حَدَّثَنَا مَكْحُولٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ } إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَرَضِيهِ وَالنُّونَ فِي الْبَحْرِ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ الْخَيْرَ Makhul berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Keutamaan seorang yang berilmu dari seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah diantara kalian, kemudian beliau membaca surat Fathir ayat 28, "innama yakhsyallaha min 'ibadihil 'ulama`" bahwa yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah para ulama. Sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi, serta ikan di lautan selalu bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia'." Baca juga Terpikat Sholat Menjadi Alasan Mualaf Sari Sukma Masuk Islam BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
rizkahanapratiiwi rizkahanapratiiwi B. Arab Sekolah Menengah Atas terjawab Iklan Iklan Syubbana Syubbana 1 Allah membezakan dan mengangkat darjat orang yang berilmu2 Orang yang berilmu sentiasa dijadikan rujukan3 Ilmu satu-satunya warisan Nabi4 Beramal dengan cara betul dan ditakuti syaitan5 Orang yang berilmu mendapat kebaikan Iklan Iklan adinda237 adinda237 1. akan ditingkatkan derajatnya2. niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu Iklan Iklan Pertanyaan baru di B. Arab pertanyaan tentang zakat maalmohon bantuannya nya kak 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan fiqh? dan apa itu "fiqh ibadah" secara lughat dan istilah serta pembagiannya! dan juga pembagian dalam ibadah it … u sendiri!2. Jelaskan mengapa orang yang berpuasa tidak diperbolehkan jima' disiang hari pada saat melaksanakan ibadah puasa dan apa dasarnya? seandainya terjadi jima' bagi orang yang berpuasa, bagaimana cara membayar kifaratnya?3. kapan kewajiban membayar zakat emas dan perak yang dimiliki seseorang? jelaskan!4. kapan bermalam di Mina dan Muzdalifah dapat dilaksanakan pada ibadah haji? jelaskan! dan apa dalilnya?5. apa yang dimaksud dengan Dam dalam pelaksanaan ibadah haji? sebutkan pembagiannya? Kisah perjalanan hidup nabi 5. bagaimana penyelesaian sengketa bisnis berdasarkan prinsip-prinsip fiqh dan ushul fiqh dapat di implementasikan dalam konteks ekonomi dan bisnis in … ternasional? 2. sejauh mana sistem ekonomi islam dapat mengatasi tantangan dan kompleksitas ekonomi global moderen? Sebelumnya Berikutnya Iklan
Menuntut Ilmu merupakan salah satu upaya manusia untuk menambah ilmu pengetahuan. Dalam agama Islam, belajar atau mencari ilmu hukumnya wajib bagi setiap umat Islam. Menuntut ilmu bernilai ibadah bila diniatkan dan lakukan dengan benar sesuai syari’at Islam, sehingga tidak salah orang berilmu akan memiliki keutamaan dan kemuliaan yang begitu banyaknya. Dengan ilmu juga seseorang akan bisa melakukan segala sesuatu hal dengan mudah. Misalnya ibadah, seseorang tidak akan merasa bingung dengan cara beribadah jika ia mengetahui ilmunya, begitupun hal nya dengan melakukan pekerjaan lain. Berikut keutamaan-keutamaan orang yang berilmu Menurut Islam dan dalilnya Pertama, Orang berilmu akan dimudahkan jalan menuju surga. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” HR. Muslim Penjelasan dari hadits tersebut adalah bahwa orang-orang Islam yang berilmu akan dimudahkan oleh Allah dalam menuju surga dikarenakan dengan Ilmunya. Hadits tersebut dapat kita lihat, bahwa ilmu sangatlah penting bagi umat muslim dan memiliki manfaat dalam kehidupan dunia juga akhirat. Kedua, Orang berilmu akan memiliki pahala yang mengalir. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh atau sholehah.” HR. Muslim Ilmu yang mengandung kebaikan yang diajarkan oleh seseorang kepada orang lain, kelak ilmu itu akan mengalirkan pahala kepada orang yang mengajarkan meskipun ia sudah meninggal dunia. Ketiga, Diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala. Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Mujadilah 11. Keempat, Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Dalam surat Az-zumar ayat 9 Allah berfirman اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ “Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” Dari beberapa keutamaan diatas dapat disimpulkan bahwa Islam menempatkan orang-orang berilmu dalam posisi yang tinggi, tentunya bagi mereka yang memanfaatkan ilmunya untuk hal yang baik, dan Islam menyuruh umatnya untuk menuntut ilmu untuk semakin tahu dan taat kepada Allah Ta’ala. Wallahu a’lam bishowab. Shabirin